Senin, 08 Juli 2013

Hukum Puasa Bagi Wanita Yang Hamil, Menyusui, Dan Melahirkan

Hukum Puasa Bagi Wanita Yang Hamil, Menyusui, Dan Melahirkan

Perempuan yang melahirkan dan darah nifasnya masih mengalir, tak boleh berpuasa Ramadhan, karena di antara syarat sah puasa adalah suci dari nifas. Jika darah nifas sudah berhenti mengalir, dan masih dalam bulan Ramadhan, dia wajib kembali berpuasa Ramadhan. Jika berhentinya darah nifas sebelum waktu Subuh lalu dia baru mandi setelah masuknya waktu Subuh, puasanya sah. Inilah pendapat jumhur ulama, kecuali pendapat sebagian ulama seperti Imam Auza’i, juga salah satu dari dua pendapat dalam madzhab Maliki, yang mensyaratkan mandi sebelum masuk waktu Subuh. Namun yang rajih (kuat) pendapat jumhur ulama. (Wahbah Zuhaili, Al Fiqh Al Islami wa Adillatuhu, 2/616; Mahmud Uwaidhah, Al Jami’ li Ahkam As Shiyam, hlm. 45).
Perempuan yang tak puasa Ramadhan karena nifas, wajib mengganti dengan mengqadha`, bukan dengan membayar fidyah. Tak ada perbedaan pendapat ulama dalam masalah ini. Imam Ibnu Qudamah berkata, ”Telah sepakat ulama bahwa perempuan yang haid dan nifas tidak halal berpuasa Ramadhan…namun mereka wajib mengqadha` puasa yang ditinggalkannya.” (Ibnu Qudamah, Al Mughni, 5/30).
Dalilnya hadits dari ‘Aisyah ra yang berkata, ”Dahulu kami mengalaminya [haid], maka kami diperintah untuk mengqadha` puasa tapi tak diperintah untuk mengqadha` shalat.” (HR Muslim No 763). Hadits ini menunjukkan perempuan yang haid wajib mengqadha` puasanya, demikian pula perempuan yang nifas, karena nifas semakna dengan haid berdasarkan ijma’ ulama. (Ibnu Qudamah, Al Mughni, 5/30; Muhammad Abdurrahman Dimasyqi, Rahmatul Ummah fi Ikhtilaf Al A`immah, hlm. 66; Yusuf Qaradhawi, Fiqh As Shiyam, hlm. 39; Ali Raghib, Ahkam As Shalah, hlm. 119).
Adapun perempuan hamil dan menyusui, tak ada khilafiyah di antara ulama keduanya boleh tak berpuasa Ramadhan. Sabda Nabi SAW, ”Sesungguhnya Allah SWT telah menanggalkan bagi musafir setengah [kewajiban] shalatnya dan juga [kewajiban] puasanya, dan bagi perempuan hamil dan menyusui, [kewajiban] puasanya.” (HR Ibnu Majah, Nasa`i, Tirmidzi). (Mahmud Uwaidhah, Al Jami’ li Ahkam As Shiyam, hlm. 53).
Namun ulama berbeda pendapat mengenai syarat perempuan hamil dan menyusui boleh tak berpuasa Ramadhan. Apakah disyaratkan mereka khawatir akan dirinya, janinnya, dan bayi yang disusuinya; ataukah hanya karena hamil dan menyusui? Sebagian ulama berpendapat, jika perempuan yang hamil dan menyusui khawatir akan dirinya, atau anaknya (janin/bayi yang disusui), dia boleh tak berpuasa. Ini pendapat rajih dalam madzhab Syafi’i dan pendapat Imam Ahmad. Namun sebagian ulama berpendapat, perempuan yang hamil dan menyusui secara mutlak boleh tak berpuasa, baik ada kekhawatiran atau tidak, baik khawatir akan dirinya atau anaknya. Ini pendapat Syeikh Ali Raghib. (Muhammad Abdurrahman Dimasyqi, Rahmatul Ummah fi Ikhtilaf Al A`immah, hlm.66; Ali Raghib, Ahkam As Shalah, hlm. 121).
Yang rajih menurut kami pendapat bahwa jika perempuan hamil khawatir akan dirinya, dan perempuan menyusui khawatir akan bayi yang disusuinya, boleh mereka tak berpuasa. Jika kekhawatiran itu tak ada, tidak boleh tak berpuasa. Dalilnya dari Anas bin Malik ra bahwa Nabi SAW memberi rukhsah kepada perempuan hamil yang khawatir akan dirinya dan perempuan menyusui yang khawatir akan anaknya untuk tak berpuasa. (HR Ibnu Majah no 1668; Mahmud Uwaidhah, Al Jami’ li Ahkam As Shiyam, hlm. 53).
Apakah perempuan hamil dan menyusui wajib mengqadha` puasanya? Sebagian ulama, seperti Ibnu Abbas dan Ibnu Umar, membolehkan mengganti puasa dengan fidyah, tidak mewajibkan qadha`. Namun yang rajih adalah pendapat mayoritas ulama yang mewajibkan qadha`. Sebab pendapat Ibnu Abbas itu diragukan, mengingat dalam Mushannaf Abdur Razaq (no 7564) Ibnu Abbas justru berpendapat sebaliknya, yaitu wajib mengqadha` dan tak boleh membayar fidyah. Wallahu a’lam.

Jadwal Imsyakiyah Ramadhan 1434 H

Aulia Advertising Aulia Advertisinh Jadwal Imsyakiyah Ramadhan 1434 H
Catatan: id=426 adl. Wilayah Tangerang Selatan, Banten, untuk wilayah lain silahkan id diganti (kode terlihat address bar)

Rabu, 19 Juni 2013

SHALAWAT


SHALAWAT MOHON KEBAIKAN, MELEBUR DOSA DAN MENGANGKAT DERAJAT.
Fadlilahnya ialah :
Berkata Ibnu Abbas ra : Barang siapa yang membaca shalawat ini sepuluh kali pada malam Jum’at atau siangnya hari Jum’at, maka Allah akan menetapkan kepadanya sejuta kebaikan, melebur sejuta dosa dari padanya dan mengangkat kepadanya sejuta derajat. Inilah lafadh/ bacaan shalawat nya : ALLAAHUMMA YAA DAAIMAL FADLLI’ALAL BARIYYATI. YAA BAASITHAL YADAINI BIL’ATHIYYATI. YAA SHAAHIBAL MAWAAHIBIS SANIYYATI. SHALLI’ALAA SAYYIDINA MUHAMMADIN KHAIRIL WARAA SAJIYYATAN. WAGHFIR LANAA YAA DZAL’ULAA FII HAADZIHIL’ASYIYYATI.
Artinya : “Ya Allah wahai Dzat yang abadi anugerahnya kepada manusia. Wahai Dzat yang membuka lebar tagannya dengan pemberian, wahai Dzat yang mempunyai pemberian-pemberian yang luhur, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kita nabi Muhammad saw. yaitu sebaik-baiknya manusia di dalam perangainya. Ampunilah kepadaku, wahai Dzat yang mempunyai keluhuran pada malam ini”.

Berikut ini adalah tata cara shalat dhuha komplit 12 roka’at yang kami sadur dari kitab al-Adzkar wal Ad’iyah bersumber ari amaliah Almarhum Almaghfurlah KH. Mujahid Al-Mursyid Ma’had Islam Salafiah Jeru Tumpang Malang. Shalat dhuha ini beliau dapatkan ijazah dari Romo Kyai Hamid Pasuruan. Dalam pesannya beliau berkata :
“Yen siro kepengen sugih dunyane lan akherate mongko ngamalno shalat dhuha 12 rakaat kelawan 6 salaman. Dene wektune ngamalke shalat dhuha iku mulahi jam 7 esuk tumeko jam setengah 12 awan nanging utamane hiyoiko antarane jam 9 mungah tumeko jam sepuluh esuk. Insya Allah yen wasiyati simbah Kyai Abdul Hamid iki dilakoni mongko pinaringan deres rezekine koyo dene udan.” (kalau kamu kepingin kaya dunia akhirat, amalkanlah shalat dhuha 12 rakaat ini dengan 6 salam. waktunya antara jam 7 sampai jam setengah 12 tetapi yang utama yaitu jam 9 sampai jam 10 pagi. Insya Allah kalau pesan dari Romo Kyai Abdul Hamid ini diamalkan , akan mendapatkan rezeki berlimpah seperti hujan deras.)

Senin, 20 Mei 2013

MEMAHAMI FILOSOFI LELUHUR JAWA


http://putraramasejati.files.wordpress.com/2011/11/punakawan.jpg?w=450 
Leluhur masyarakat Jawa memiliki beraneka filosofi yang jika dicermati memiliki makna yang begitu dalam. Tetapi, anehnya filosofi yang diberikan oleh para leluhur itu saat ini dinilai sebagai hal yang kuno dan ketinggalan jaman. Padahal, filosofi leluhur tersebut berlaku terus sepanjang hidup. Dibawah ini ada beberapa contoh filosofi dari para leluhur/nenek moyang masyarakat Jawa.

“Dadio banyu, ojo dadi watu” (Jadilah air, jangan jadi batu).
Kata-kata singkat yang penuh makna. Kelihatannya jika ditelaah memang manungso kang nduweni manunggaling roso itu harus tahu bagaimana caranya untuk dadi banyu.
Mengapa kita manusia ini harus bisa menjadi banyu (air)? Karena air itu bersifat menyejukkan. Ia menjadi kebutuhan orang banyak. Makhluk hidup yang diciptakan GUSTI ALLAH pasti membutuhkan air. Nah, air ini memiliki zat yang tidak keras. Artinya, dengan bentuknya yang cair, maka ia terasa lembut jika sampai di kulit kita.
Berbeda dengan watu (batu). Batu memiliki zat yang keras. Batu pun juga dibutuhkan manusia untuk membangun rumah maupun apapun. Pertanyaannya, lebih utama manakah menjadi air atau menjadi batu? Kuat manakah air atau batu?
Orang yang berpikir awam akan menyatakan bahwa batu lebih kuat. Tetapi bagi orang yang memahami keberadaan kedua zat tersebut, maka ia akan menyatakan lebih kuat air. Mengapa lebih kuat air daripada batu? Jawabannya sederhana saja, Anda tidak bisa menusuk air dengan belati. Tetapi anda bisa memecah batu dengan palu.
Artinya, meski terlihat lemah, namun air memiliki kekuatan yang dahsyat. Tetes demi tetes air, akan mampu menghancurkan batu. Dari filosofi tersebut, kita bisa belajar bahwa hidup di dunia ini kita seharusnya lebih mengedepankan sifat lemah lembut bak air. Dunia ini penuh dengan permasalahan. Selesaikanlah segala permasalahan itu dengan meniru kelembutan dari air. Janganlah meniru kekerasan dari batu. Kalau Anda meniru kerasnya batu dalam menyelesaikan setiap permasalahan di dunia ini, maka masalah tersebut tentu akan menimbulkan permasalahan baru.
“Sopo Sing Temen Bakal Tinemu”
Filosofi lainnya adalah kata-kata “Sopo sing temen, bakal tinemu” (Siapa yang sungguh-sungguh mencari, bakal menemukan yang dicari). Tampaknya filosofi tersebut sangat jelas. Kalau Anda berniat untuk mencari ilmu nyata ataupun ilmu sejati, maka carilah dengan sungguh-sungguh, maka Anda akan menemukannya.
Namun jika Anda berusaha hanya setengah-setengah, maka jangan kecewa jika nanti Anda tidak akan mendapatkan yang anda cari. Filosofi di atas tentu saja masih berlaku hingga saat ini.
“Sopo sing kelangan bakal diparingi, sopo sing nyolong bakal kelangan”
(Siapa yang kehilangan bakal diberi, siapa yang mencuri bakal kehilangan).
Filosofi itupun juga memiliki kesan yang sangat dalam pada kehidupan. Artinya, nenek moyang kita dulu sudah menekankan agar kita tidak nyolong (mencuri) karena siapapun yang mencuri ia bakal kehilangan sesuatu (bukannya malah untung).
Contohnya, ada orang yang dicopet. Ia akan kehilangan uang yang dimilikinya di dalam dompetnya. Tetapi GUSTI ALLAH akan menggantinya dengan memberikan gantinya pada orang yang kehilangan tersebut. Tetapi bagi orang yang mencopet dompet tersebut, sebenarnya ia untung karena mendapat dompet itu. Namun,ia bakal dibuat kehilangan oleh GUSTI ALLAH, entah dalam bentuk apapun.
Dari filosofi tersebut, Nenek moyang kita sudah memberikan nasehat pada kita generasi penerus tentang keadilan GUSTI ALLAH itu. GUSTI ALLAH itu adalah hakim yang adil.

Selasa, 02 April 2013

Mantra Mulai Dagang atau Jual-Beli

Mantera Jual Beli
Mantra jika mau jual beli atau mulai buka toko atau mulai mangkal yaitu:
Mantera I
,”Niat ingsun bebakulan dadagangan, seng adol karo seng  tuku kipa-kipa, seng adol murah, seng tuku nglarangi kemrubut koyo tekane tawon agung,”
Mantera II
,”sholalahu ngalaihi wasalam, tebe-tebe sunan kali jaga, sunang boning, lan poro wali kabeh, sakduluringsun papat limo pancer, getih puser para wali kabeh, saduluringsun papat kalimo pancer , getih tinuku.
Mantera III
,”bapak adam, bapak akasa, ibu pertiwi, kulo awit nyuwunsandhang pangan sarinane sawengine, sarano gampil, gampil sarining gampil, saking kersane Allah, ya hu allah ya hu allah,”
Lakunya:
Puasa  3 hari mulai puasa jum’at wage, dan dilanjutkan puasa senin kamis selama 7 bulan tanpa putus. Mantera dibaca setiap mulai buka toko.

Rabu, 13 Maret 2013

Terapi Termurah Meriah

Terapi dengan air putih, mudah , murah, dan menyehatkan. Dua gelas setelah bangun tidur, berfungsi mengaktifkan organ-organ internal. Satu gelas kurang lebih 30 menit sebelum makan untuk membantu pungsi pencernaan dan ginjal. Satu gelas air putih sebelum mandi untuk membantu tekanan darah. Satu gelas air putih sebelum tidur untuk menghindari stroke dan serangan jantung. semoga bermanfaat, amin allahumma amin.

Sabtu, 17 November 2012

Mantra Supaya Cepat Punya Anak

Mantranya: ,"Sri putih sir eneng, sri abang sir karep, tepuk wetune ki Jabang, urip jabang bayi reneksa sakadange kabeh, nir bebaya musnatanpa lari,". Lakune Mutih pitung dino pitung bengi, wiwitanne dino jum'at pahing, ing malem jum'at legi wis rampung.yen arep saresmi mantra mau di baca.sanlanjute yen arep saresmi ming malem senin karo kemis.saranane ngrujak nana seng enom di wenehke marang wong seng anake' akeh/sugih anak.