Sabtu, 09 November 2013

Menjual Ikan Laut


Menjual Ikan Laut
Stock Ikan Bisa Berubah Ubah sewaktu waktu dan Terima pesanan serta diantar sampai tujuan wilayah Pamulang, Permata Pamulang, Benda Baru, Pondok Benda, Benda Lama, Pamulang Barat, Pondok Cabe udik, Pondok Cabe Hilir, Ciputat Timur, ciputat, Serpong, dansekitarnya.

Jenis Ikan

Ekor Kuning,Kembung Banjar,Tongkol,Bandeng,Alu-Alu,Udang,Cumi,Teri,Kakap,Merah,Kakak Putih,Kakap Silver,Kerapu
Talang-Talang,Selar,Ikan Campur,Layur,dll
Untuk Pesan antar Hubungi : Bp. Cahyo  ( 0813 8468 1151 )
Wati : (021 9803 2827 ) atau datang langsung ke:
Jl. H. Rean Pamulang Regency B 1 No 15 Rt 08/05 Benda Baru Pamulang

Minggu, 29 September 2013

WAKTU MUSTAJAB


Dianjurkan bagi seorang muslim untuk berdoa kepada Allah swt sebagai bentuk pernyataan ketergantungannya kepada Allah swt. Abu Daud meriwayatkan dari An Nu’man bin Basyir dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda: “Doa adalah ibadah, Tuhan kalian telah berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.”
Waktu-waktu Mustajab untuk Berdoa
Diantara waktu-waktu mustajab untuk berdoa, adalah :
1. Pada hari Arafah.
2. Bulan Ramadhan.
3. Hari Jum’at.
4. Saat sahur.
5. Antara adzan dan iqamat.
6. Setelah shalat.
7. Tatkala turun hujan.
8. Ketika perang di jalan Allah.
9. Ketika khatam al Qur’an.
10. Saat sujud.
11. Saat berbuka puasa.
12. Ketika merasakan kehadiran hati dan rasa takut kepada Allah. (Mukhtashar Minhaj al Qasidhin hal 49)
Berdoa di Saat Shalat dan Setelah Shalat
Tentang bedoa disaat shalat ini maka para ulama Hanafi dan Hambali berpendapat bahwa disunnahkan berdoa disaat tasyahud akhir setelah shalawat atas Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam dengan apa-apa yang meneyerupai lafazh-lafazh al Qur’an atau lafazh-lafazh Sunnah dan tidak diperbolehkan berdoa dengan apa-apa yang menyerupai perkataan manusia, seperti mengatakan : Allahumma Zawwijniy Fulanah (Wahai Allah nikahkanlah aku dengan si fulanah) atau A’thiniy kadza min adz dzahabi wa al fiddhah wa al manashib (Berikanlah aku sekian dari emas, perak dan kedudukan)
Adapun para ulama Maliki dan Syafi’I berpendapat disunnahkan berdoa setelah tasyahud dan sebelum salam untuk kebaikan din (agama) dan dunia. Tidak diperbolehkan berdoa untuk sesuatu yang diharamkan atau yang mustahil. Jika dia berdoa dengan sesuatu dari itu semua maka batal shalatnya dan yang lebih afdhal adalah berdoa dengan doa-doa yang matsur. (al Mausu’ah al Fiqhiyah juz II hal 7168)
Tempat lainnya didalam shalat yang baik pula untuk berdoa adalah disaat sujud berdasarkan apa yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Keadaan seorang hamba yang paling dekat dari Rabbnya adalah ketika dia sujud, maka perbanyaklah doa.”
Dibolehkan pula baginya berdoa pada saat ruku’ berdasarkan apa yang diriwayatkan Imam Bukhari dari ‘Aisyah ia berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca do’a dalam rukuk dan sujudnya dengan bacaan: “SUBHAANAKALLAHUMMA RABBANAA WA BIHAMDIKA ALLAHUMMAGHFIRLII (Maha suci Engkau wahai Tuhan kami, segala pujian bagi-Mu. Ya Allah, ampunilah aku) ‘.”
Juga apa yang diriwayatkan Imam Muslim dari Ali bin Abi Thalib bahwa jika beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam ruku’ maka beliau membaca: “ALLAHUMMA LAKA RAKA’TU WA BIKA AAMANTU WA LAKA ASLAMTU KHASYA’A LAKA SAM’II WA BASHARII WA MUKHKHII WA ‘AZHMII WA ‘ASHABII (Ya Allah, kepadaMu aku ruku’, denganMu aku beriman, kepadaMu aku berserah diri, patuh dan tunduk kepadau pendengaranku, penglihatanku, otakku, tulang-tulangku dan otot-ototku semuanya).”
Adapun tentang berdoa setelah shalat maka tidaklah ada larangannya jika dilakukan setelah berdzikir dengan dzikir-dzikir yang disyariatkan.
Markaz al Fatwa didalam fatwanya No. 583 tentang permasalahan ini menyebutkan bahwa berdoa setelah shalat adalah sesuatu yang disyariatkan, demikian pendapat jumhur ulama, dan janganlah mengatakan bahwa hal ini termasuk perbuatan bid’ah sebagaimana anggapan sebagian orang.
Sebagaimana Imam Bukhari menerjemahkan didalam kitab Shahihnya : Bab : Berdoa Setelah Shalat. Terdapat didalam hadits bahwa Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam berdoa pada setiap selesai shalat apabila mengucapkan salam : ‘LAA ILAAHA ILLALLAH WAHDAHUU LAA SYARIIKALAH LAHUL MULKU WALAHUL HAMDU WAHUWA ‘ALAA KULLI SYAI`IN QADIIR, ALLAHUMMA LAA MAANI’A LIMAA A’THAITA WALLA MU’THIYA LIMAA MANA’TA WALAA YANFA’U DZAL JADDI MINKAL JADDU (Tiada Dzat yang berhak disembah selain Allah, tiada sekutu bagi-Nya, Dia yang mempunyai kekuasaan dan segala pujian. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tiada yang bisa menghalangi apa yang Engkau berikan dan tiada yang bisa memberi apa yang Engkau halangi. Tidaklah bermanfaat kekayaan dan harta benda dari-Mu bagi pemiliknya).”
Al Hafizh Ibnu Hajar didalam penjelasan tentang hadits ini mengatakan bahwa telah dinukil dari sebagian ahli ilmu bahwa barangsiapa yang menafikan bedoa setelah berdoa secara mutlak adalah perkara yang ditolak. Kemudian beliau mencantumkan hadits-hadits yang didalamnya menyebutkan bahwa Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah berwasiat kepada sebagian sahabat dengan doa setelah shalat, seperti : hadits Muadz :
“ALLAAHUMMA A’INNII ‘ALAA DZIKRIKA WA SYUKRIKA WA HUSNI ‘IBAADATIK” (Ya Allah, bantulah aku untuk berdzikir dan bersyukur kepadaMu serta beribadah kepadaMu dengan baik.)
Juga hadits yang diriwayatkan oleh Muslim (dan Abu Daud) bahwa Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam Jika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam selesai shalat, beliau berdoa,“ ALLOOHUMMA ASHLIH LII DIINII ALLADZII HUWA ‘ISHMATU AMRII, WA ASHLIH LII DUN-YAAYA ALLATII FIIHAA MA’AASYII, WA ASH-LIH LII AAKHIROTII ALLATII FIIHAA Meriwayatkan’AADZII, WAJ’ALIL HAYAATA ZIYAADATAN LII FII KULLI KHOIRIN, WAJ’ALIL MAUTA ROOHATAN LII MIN KULLI SYARRIN “Ya Allah ya Tuhanku, perbaikilah bagiku agamaku sebagai benteng urusanku; perbaikilah bagiku duniaku yang menjadi tempat kehidupanku; perbaikilah bagiku akhiratku yang menjadi tempat kembaliku! Jadikanlah ya Allah kehidupan ini mempunyai nilai tambah bagiku dalam segala kebaikan dan jadikanlah kematianku sebagai kebebasanku dari segala kejahatan!”
Orang-orang yang melarang berdoa—setelah shalat—membatasi apabila setelah salam langsung (berdoa) tanpa mengucapkan dzikir-dzikir yang disyariatkan. Adapun jika dia mengucapkan dzikir-dzikir yang disyariatkan maka mereka tidaklah melarang berdoa setelah itu.
Jadi apabila ada yang berdoa maka janganlah diinkari, dan apabila dari mereka ada yang tidak berdoa jangan pula diinkari karena didalam permasalahan ini terdapat kelapangan, dan hal ini terdapat dibawah pokok yang umum yaitu : DOA.
Akan tetapi menjadikan doa ini dalam suatu sifat khusus (tertentu), seperti seorang imam yang mengeraskan (doa) lalu orang-orang dibelakangnya mengaminkannya kemudian mereka memegang teguh perbuatan ini dan menjadikannya sesuatu yang terus menerus dilakukan adalah perkara yang baru (bid’ah) tanpa ada diragukan.

Rabu, 25 September 2013

Terima Pasang Iklan Blogger



Tawaran Sangat MURAH yang kami berikan:

Iklan Banner :


1. 300 x 250 (di sidebar kanan)  = Rp. 10.000 


2. 300 x 250 (di atas postingan) = Rp.15.000 


3. 728 x 90  (fload di footer) = Rp. 10.000 

4. 125 x 125 ( di sidebar kanan) = Rp.5.000


5. 125 x 125 ( di atas postingan) = Rp.5.000 




·         NEGO - NEGO (dikit) Hub Kontak Di Bawah
Pembayaran Via Pulsa (jika bayaran 50.000 kebawah)
diatas 50.000 transfer ( BCA)

  
Hubungi kami secepatnya untuk mendapatkan harga hari ini,karena list di atas akan terus kami update per 2 minggu,melihat perkembangan blog ini.

 

NOTE :
 
UNTUK TAWAR MENAWAR HUBUNGI 
 
ADMIN di   081384681151

atau email : nurcahyono208@gmail.com


Kami mempunyai 12 Blog Lagi Untuk Jasa Pasang Iklan 
Http://Pengobatankaromahwali.blogspot.com
 http://auliaadvertising.blogspot.com

Selasa, 30 Juli 2013

Snouck Hurgronje : Syari’at Pemerintahan Masalah yang Harus Ditantang


Oleh: Ardi Muluk
Snouck Hurgronje menyatakan: “Islam has never favoured democratic tendencies”, artinya Islam itu sendiri tidak akan sesuai dengan kecenderungan demokrasi. Dalam arti kata bahwa Demokrasi adalah antitesisnya Islam.
Dalam beberapa pemikirannya Snouck mempunyai kesimpulan dikarenakan Islam tidak cocok dengan demokrasi, maka diusahakanlah umat Islam untuk mengambil Demokrasi (dan otomatis akan meninggalkan Islam). Maka dia menyarankan pemerintahan Belanda untuk mendidik para elite Indonesia dengan pendidikan Barat yang mana mereka akan mengadopsi pemikiran barat (kebebasan di dalam menentukan hidup sendiri a.k.a demokrasi). Tertulis sebagai berikut:
He advocated increased autonomy through western education of the indigenous governing elite. In 1923 he called for”one has to break with the concept of moral and intellectual inferiority of the natives” and allow them “free and representative democratic bodies and optimal autonomy”
Dia (Snouck) memberikan saran untuk meningkatkan otonomi/kebebasan menentukan pendapat (tidak lagi tergantung kepada Syariat Islam) melalui pendidikan barat untuk para elite pribumi yang di pemerintahan. Pada tahun 1923 dia mempropagandakan “Harus diusahakan untuk mendobrak konsep moral dan kekalahan intelektual pribumi (umat Islam) dengan cara mereka mempunyai sebuah badan demokratis yang merdeka, yang memutuskan sendiri nasib mereka secara optimal.”
Agar umat Islam tidak meninggalkan keIslamannya Snouck menyarankan agar pemerintahan Belanda, membedakan antara ibadah dengan urusan politik. Urusan ibadah seperti haji, percaya kepada hari kiamat adalah urusan kepercayaan yang tidak berbahaya, sementara masalah syariat pemerintahan adalah masalah yang harus ditentang. Sebagaimana tertulis:
Snouck therefore advised the Dutch government to distinguish between what he termed the “real core of dogma” of Islam, such as praying, Hajj, belief in the Day of Judgement, et cetera, which according to Snouck were all harmless matters of belief; and “everything that is political or could eventually become political”. become political”. The “real core of dogma”, or what Snouck would sometimes call “the purely religious”, should be left completely free. But the government should forcefully act against political Islam.
Komentar:
Ikhwan fillah, sesungguhnya kesimpulan yang sangat jelas sekali dari apa yang dikatakan Snouck Hurgronje.
Islam tidak sesuai dengan Demokrasi, agar umat Islam meninggalkan Islam maka suruh mereka mengambil pemikiran Demokrasi. Islam itu diatur dengan Syariat Islam, Demokrasi, mereka itu otonomi, bebas mengatur diri mereka sendiri tanpa harus terikat dengan syariat Islam, atau bahasa syariat nya mengikuti hawa nafsu.
Saya pribadi mempunyai kesimpulan bahwa pemikiran yang sangat merusak umat Islam setelah filsafat adalah pemikiran demokrasi ini, yaitu kebebasan untuk menentukan bertingkah laku, kebebasan untuk berpendapat, dalam arti kata kebebasan untuk membuat syari’at sendiri dalam kehidupan.
Sungguh bagi seorang Muslim, tidak ada yang namanya kebebasan dalam berpendapat dan menentukan Syari’at / aturan sendiri dalam kehidupan yang telah diberikan oleh Allah Ta’ala kepada mereka. Allah-lah yang mempunyai alam semesta bahkan manusia itu sendiri, dan Allah lah yang memberikan kehidupan bagi manusia, manusia hanyalah makhluk ciptaanNya, dan Allah pula yang lebih mengetahui bagaimana syari’at yang terbaik bagi makhlukNya tersebut. Tidak ada pilihan bagi manusia selain mengikuti aturan dan pendapat Allah Ta’ala di dalam kehidupan ini sebagaimana firmanNya:
“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata. ”
(Al Ahzab 36)
Karena mengadopsi prinsip kebebasan (Demokrasi) inilah sebahagian umat Islam tidak lagi menyadari hakekat siapa sesungguhnya diri mereka. Mereka merasa mereka mempunyai hak untuk menentukan pendapat mereka sendiri di dalam kehidupan ini. Kata-kata tidak ada yang bisa menilai agama seseorang sesungguhnya adalah kata-kata yang berlandaskan konsep kebebasan ini. Yang intinya jangan paksakan syari’at Islam kepada kami.
Dengan pemikiran ini, mereka memandang adanya aturan sebagai suatu bentuk kediktaktoran, keotoriteran, mereka melihat aturan yang datang dari Tuhan mereka sendiri sebagai pengekang terhadap kebebasan mereka di dalam bersikap dan bertingkah laku.
Sesungguhnya tidak ada yang namanya kebebasan itu sendiri, ketika manusia menjauh dari aturan Allah Subhanahu wa Ta’ala yaitu syari’at Islam, maka sesungguhnya dia terkungkung kepada aturan manusia, aturan-aturan yang lemah yang dibuat berdasarkan hawa nafsu manusia yang rendah. Dan itulah yang dikatakan oleh Allah Ta’ala manusia manusia yang mengikuti hawa nafsu semata.
Manusia yang terperangkap kepada aturan hawa nafsunya sendiri sesungguhnya bukanlah manusia yang merdeka, karena hawa nafsu tidak mempunyai batas di dalam keinginan-keinginannya. Lihatlah manusia yang terperangkap oleh hawa nafsunya, tidak pernah bahagia, karena tidak pernah bisa merdeka dari hawa nafsu mereka sendiri.
Begitu juga dengan pemikiran demokrasi, ketika negara diatur dengan konsep kebebasan hawa nafsu manusia ini, lihatlah bagaimana hancurnya negara ini , aturan-aturan yang dibuat tidak mampu untuk tidak mengeksploitasi alam, tidak mampu untuk tidak membuat undang-undang yang hanya memberikan keuntungan para pengambil keputusan, tidak mampu untuk menghentikan tindak korupsi dan kejahatan, dan seterusnya. Dan sesungguhnya tidak ada yang namanya kemerdekaan.
Sesungguhnya yang dahulu bagi Snouck Hurgronje adalah sebuah ide untuk menjauhkan umat Islam dari Islam sendiri dengan diharuskan adanya usaha dan tindakan dengan menyuruh pemerintahan untuk mengajarkan para elite umat Islam dengan ide kebebasan/ otonomi/ demokrasi agar mereka mengadopsinya, sekarang ide kebablasan ini diambil dengan sukarela oleh umat Islam di seluruh dunia, tidak hanya para elite, tetapi juga oleh orang awam.
Tulisan ini saya buat setelah berdiskusi dengan seorang Doktor tamatan Islamic Study (studi orientalis) di Universitas Exeter di Inggris. Kita sampai berbicara apakah dia mati Muslim atau kafir, tetapi salah satu info yang menarik yang saya dapatkan tentang Snouck Hurgronje ini, adalah bahwa dia mengalami sakratul maut berbulan-bulan sebelum kematiannya.
Wallahualam bishawwab