Rabu, 19 Juni 2013

SHALAWAT


SHALAWAT MOHON KEBAIKAN, MELEBUR DOSA DAN MENGANGKAT DERAJAT.
Fadlilahnya ialah :
Berkata Ibnu Abbas ra : Barang siapa yang membaca shalawat ini sepuluh kali pada malam Jum’at atau siangnya hari Jum’at, maka Allah akan menetapkan kepadanya sejuta kebaikan, melebur sejuta dosa dari padanya dan mengangkat kepadanya sejuta derajat. Inilah lafadh/ bacaan shalawat nya : ALLAAHUMMA YAA DAAIMAL FADLLI’ALAL BARIYYATI. YAA BAASITHAL YADAINI BIL’ATHIYYATI. YAA SHAAHIBAL MAWAAHIBIS SANIYYATI. SHALLI’ALAA SAYYIDINA MUHAMMADIN KHAIRIL WARAA SAJIYYATAN. WAGHFIR LANAA YAA DZAL’ULAA FII HAADZIHIL’ASYIYYATI.
Artinya : “Ya Allah wahai Dzat yang abadi anugerahnya kepada manusia. Wahai Dzat yang membuka lebar tagannya dengan pemberian, wahai Dzat yang mempunyai pemberian-pemberian yang luhur, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kita nabi Muhammad saw. yaitu sebaik-baiknya manusia di dalam perangainya. Ampunilah kepadaku, wahai Dzat yang mempunyai keluhuran pada malam ini”.

Berikut ini adalah tata cara shalat dhuha komplit 12 roka’at yang kami sadur dari kitab al-Adzkar wal Ad’iyah bersumber ari amaliah Almarhum Almaghfurlah KH. Mujahid Al-Mursyid Ma’had Islam Salafiah Jeru Tumpang Malang. Shalat dhuha ini beliau dapatkan ijazah dari Romo Kyai Hamid Pasuruan. Dalam pesannya beliau berkata :
“Yen siro kepengen sugih dunyane lan akherate mongko ngamalno shalat dhuha 12 rakaat kelawan 6 salaman. Dene wektune ngamalke shalat dhuha iku mulahi jam 7 esuk tumeko jam setengah 12 awan nanging utamane hiyoiko antarane jam 9 mungah tumeko jam sepuluh esuk. Insya Allah yen wasiyati simbah Kyai Abdul Hamid iki dilakoni mongko pinaringan deres rezekine koyo dene udan.” (kalau kamu kepingin kaya dunia akhirat, amalkanlah shalat dhuha 12 rakaat ini dengan 6 salam. waktunya antara jam 7 sampai jam setengah 12 tetapi yang utama yaitu jam 9 sampai jam 10 pagi. Insya Allah kalau pesan dari Romo Kyai Abdul Hamid ini diamalkan , akan mendapatkan rezeki berlimpah seperti hujan deras.)

Senin, 20 Mei 2013

MEMAHAMI FILOSOFI LELUHUR JAWA


http://putraramasejati.files.wordpress.com/2011/11/punakawan.jpg?w=450 
Leluhur masyarakat Jawa memiliki beraneka filosofi yang jika dicermati memiliki makna yang begitu dalam. Tetapi, anehnya filosofi yang diberikan oleh para leluhur itu saat ini dinilai sebagai hal yang kuno dan ketinggalan jaman. Padahal, filosofi leluhur tersebut berlaku terus sepanjang hidup. Dibawah ini ada beberapa contoh filosofi dari para leluhur/nenek moyang masyarakat Jawa.

“Dadio banyu, ojo dadi watu” (Jadilah air, jangan jadi batu).
Kata-kata singkat yang penuh makna. Kelihatannya jika ditelaah memang manungso kang nduweni manunggaling roso itu harus tahu bagaimana caranya untuk dadi banyu.
Mengapa kita manusia ini harus bisa menjadi banyu (air)? Karena air itu bersifat menyejukkan. Ia menjadi kebutuhan orang banyak. Makhluk hidup yang diciptakan GUSTI ALLAH pasti membutuhkan air. Nah, air ini memiliki zat yang tidak keras. Artinya, dengan bentuknya yang cair, maka ia terasa lembut jika sampai di kulit kita.
Berbeda dengan watu (batu). Batu memiliki zat yang keras. Batu pun juga dibutuhkan manusia untuk membangun rumah maupun apapun. Pertanyaannya, lebih utama manakah menjadi air atau menjadi batu? Kuat manakah air atau batu?
Orang yang berpikir awam akan menyatakan bahwa batu lebih kuat. Tetapi bagi orang yang memahami keberadaan kedua zat tersebut, maka ia akan menyatakan lebih kuat air. Mengapa lebih kuat air daripada batu? Jawabannya sederhana saja, Anda tidak bisa menusuk air dengan belati. Tetapi anda bisa memecah batu dengan palu.
Artinya, meski terlihat lemah, namun air memiliki kekuatan yang dahsyat. Tetes demi tetes air, akan mampu menghancurkan batu. Dari filosofi tersebut, kita bisa belajar bahwa hidup di dunia ini kita seharusnya lebih mengedepankan sifat lemah lembut bak air. Dunia ini penuh dengan permasalahan. Selesaikanlah segala permasalahan itu dengan meniru kelembutan dari air. Janganlah meniru kekerasan dari batu. Kalau Anda meniru kerasnya batu dalam menyelesaikan setiap permasalahan di dunia ini, maka masalah tersebut tentu akan menimbulkan permasalahan baru.
“Sopo Sing Temen Bakal Tinemu”
Filosofi lainnya adalah kata-kata “Sopo sing temen, bakal tinemu” (Siapa yang sungguh-sungguh mencari, bakal menemukan yang dicari). Tampaknya filosofi tersebut sangat jelas. Kalau Anda berniat untuk mencari ilmu nyata ataupun ilmu sejati, maka carilah dengan sungguh-sungguh, maka Anda akan menemukannya.
Namun jika Anda berusaha hanya setengah-setengah, maka jangan kecewa jika nanti Anda tidak akan mendapatkan yang anda cari. Filosofi di atas tentu saja masih berlaku hingga saat ini.
“Sopo sing kelangan bakal diparingi, sopo sing nyolong bakal kelangan”
(Siapa yang kehilangan bakal diberi, siapa yang mencuri bakal kehilangan).
Filosofi itupun juga memiliki kesan yang sangat dalam pada kehidupan. Artinya, nenek moyang kita dulu sudah menekankan agar kita tidak nyolong (mencuri) karena siapapun yang mencuri ia bakal kehilangan sesuatu (bukannya malah untung).
Contohnya, ada orang yang dicopet. Ia akan kehilangan uang yang dimilikinya di dalam dompetnya. Tetapi GUSTI ALLAH akan menggantinya dengan memberikan gantinya pada orang yang kehilangan tersebut. Tetapi bagi orang yang mencopet dompet tersebut, sebenarnya ia untung karena mendapat dompet itu. Namun,ia bakal dibuat kehilangan oleh GUSTI ALLAH, entah dalam bentuk apapun.
Dari filosofi tersebut, Nenek moyang kita sudah memberikan nasehat pada kita generasi penerus tentang keadilan GUSTI ALLAH itu. GUSTI ALLAH itu adalah hakim yang adil.

Selasa, 02 April 2013

Mantra Mulai Dagang atau Jual-Beli

Mantera Jual Beli
Mantra jika mau jual beli atau mulai buka toko atau mulai mangkal yaitu:
Mantera I
,”Niat ingsun bebakulan dadagangan, seng adol karo seng  tuku kipa-kipa, seng adol murah, seng tuku nglarangi kemrubut koyo tekane tawon agung,”
Mantera II
,”sholalahu ngalaihi wasalam, tebe-tebe sunan kali jaga, sunang boning, lan poro wali kabeh, sakduluringsun papat limo pancer, getih puser para wali kabeh, saduluringsun papat kalimo pancer , getih tinuku.
Mantera III
,”bapak adam, bapak akasa, ibu pertiwi, kulo awit nyuwunsandhang pangan sarinane sawengine, sarano gampil, gampil sarining gampil, saking kersane Allah, ya hu allah ya hu allah,”
Lakunya:
Puasa  3 hari mulai puasa jum’at wage, dan dilanjutkan puasa senin kamis selama 7 bulan tanpa putus. Mantera dibaca setiap mulai buka toko.

Rabu, 13 Maret 2013

Terapi Termurah Meriah

Terapi dengan air putih, mudah , murah, dan menyehatkan. Dua gelas setelah bangun tidur, berfungsi mengaktifkan organ-organ internal. Satu gelas kurang lebih 30 menit sebelum makan untuk membantu pungsi pencernaan dan ginjal. Satu gelas air putih sebelum mandi untuk membantu tekanan darah. Satu gelas air putih sebelum tidur untuk menghindari stroke dan serangan jantung. semoga bermanfaat, amin allahumma amin.

Sabtu, 17 November 2012

Mantra Supaya Cepat Punya Anak

Mantranya: ,"Sri putih sir eneng, sri abang sir karep, tepuk wetune ki Jabang, urip jabang bayi reneksa sakadange kabeh, nir bebaya musnatanpa lari,". Lakune Mutih pitung dino pitung bengi, wiwitanne dino jum'at pahing, ing malem jum'at legi wis rampung.yen arep saresmi mantra mau di baca.sanlanjute yen arep saresmi ming malem senin karo kemis.saranane ngrujak nana seng enom di wenehke marang wong seng anake' akeh/sugih anak.

Rabu, 30 Mei 2012

Mantra betah tapa brata

ingsun nutup rasa, sang sir rahsa payungana ingsun, rahsa mangan cahaya, cahaya rasha, langeng ing ciptaku, tetepi mantep tan keno uwah. Syarat: - mantra dibaca tiap bakda maghrib kaping 40, yen lagi topo broto.

cahaya ilmu kejawen

Doa mau tapa brata
jika mau tapa brata(tirakat), harus mandi dulu: mantranya Niat ingsun adus, ngedusei badan kayun, mangih toya robbani, dus kali, dus mani, badan adus den dusi podho badan, roh adus den dusi, podho roh, sukmo adus den dusi podho sukmo, dzat teles sukmo ngalam, dzat urip tan keno kawowonan, urip sajaroning karsa, ingsun adus bayune saking krodratullah, byur njaba, suci njeroning badan robbani, allahu sakarna, allahu 'alaihi salam.